Fitra Arsil

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat Datang, silahkan menikmati dan berkontribusi di Blog ini. Mudah-mudahan Blog ini bisa menjadi ajang berkenalan baik soal pribadi, pemikiran dan lain sebagainya. Semoga Berkenan...

Foto Saya
Nama:
Lokasi: Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia

H. Fitra Arsil, SH, MH. dilahirkan di Jakarta 28 Desember 1974 dari keluarga yang berasal dari Bukittinggi Sumatera Barat. Ayah dari tiga orang anak ini memulai pendidikannya dari TK Aisyiyah 20 Tebet Barat, SD Muhammadiyah VI Tebet Timur dan dilanjutkan ke SMP Negeri 115 serta SMA Negeri 8 Jakarta. Pendidikan tinggi dilalui di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Aktif dalam berbagai kegiatan Islam, kemahasiswaan, kepemudaan, penelitian dan konsultasi. Aktif menjadi pengurus Muhammadiyah, pernah menjadi Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Universitas Indonesia pada era reformasi 1998 dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat 1998-2000. Sekarang aktif bekerja sebagai staf pengajar di Bidang Studi Hukum Tata Negara FHUI dan menjabat sebagai Direktur Riset pada Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Selain itu, berpengalaman menjadi staf ahli di MPR RI, staf ahli di Kelompok DPD RI di MPR RI dan staf ahli di DPR RI. Dalam aktivitas politik, aktif sebagai ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Keadilan Sejahtera.

Kata Media tentang PKS

↑ Grab this Headline Animator

Rabu, Desember 03, 2008

Khutbah Iedul Fithri 1429 H

Selamat Bertugas Para Pejuang[*]

H. Fitra Arsil, SH, MH.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ

الحمد لله الذي أنعم الله علينا بشهر رمضان ، وكرمنا فيه بنزول القرآن " شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن ، هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان، الحمد لله الذي جعل لنا عيدا في نهاية شهر رمضان ، فقد قال النبي صلى الله عليه وسلم " للصائم فرحتان : فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه "

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وأُصَلِّيْ وَاُسَلِّمُ عَلَى الْقَائِدِ وَالْقُدْوَةِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ وَمَنْ جاَهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ!

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hari ini, di seluruh pelosok negeri, di seluruh dunia, nama Allah diagungkan. Gema takbir yang dilantunkan oleh lebih dari satu milyar manusia pada hari ini mudah-mudahan pertanda semakin tegaknya dienul Islam di muka bumi ini, mudah-mudahan menandakan tetap ramainya para pendukung kebenaran dan juga menandakan semakin banyaknya orang-orang yang siap menjadi pejuang bagi tegaknya dienul Islam.

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Marilah kita senantiasa terus mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena Setiap waktu yang kita lalui dalam kehidupan ini, selalu tidak luput dari nikmat dan karunia Allah SWT. Kita juga memohon ampunan kepada Allah SWT karena masih terlalu sedikitnya syukur yang telah kita ungkapkan, kita berlindung dari azab Allah karena kelemahan kita dalam bersyukur.

Kita bersyukur karena nikmat Iman dan Islam, kita dapat melewati ramadhan dan melakukan berbagai ibadah di dalamnya namun kita juga memohon ampunan kepada Allah SWT karena kurang mampu mensyukuri nikmat bertemunya kita dengan bulan Ramadhan, dengan melakukan aktivitas ibadah dan berbagai kebaikan yang banyak. Setiap kali Ramadhan berkahir kita selalu menyesal, mengapa tidak optimal memanfaatkan Ramadhan padahal Allah berikan berbagai kemudahan dalam beribadah dalam bulan Ramadhan. Ya Allah kami berjanji dan bertekad akan berusaha sekuat tenaga memanfaatkan Ramadhan yang akan datang, berilah kami terus nikmat Iman dan kesehatan sehingga kami dapat menjumpai Ramadhan berikutnya dan melewatinya dengan berbagai kebaikan yang lebih dibanding Ramadhan yang baru saja kami lalui.

Selanjutnya khotib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar Dia melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan, sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, teladan kita bersama… imamul muttaqin pemimpin orang-orang bertaqwa dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan kita berdo’a kepada Allah SWT, semoga kita semua yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah SWT layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang penuh berkah. Amien, amien ya rabbal ‘aalaamien.

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Kita baru saja kehilangan suasana ramadhan, rasa sedih masih terasa di hati-hati kita.. Setiap kali Ramadhan, kita selalu menyaksikan ummat Muslim di seantero dunia berubah menjadi lebih mudah untuk melakukan berbagai aktivitas ibadah dan kebaikan. Kita menyaksikan orang-orang lebih mudah datang ke masjid di bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya, kita menyaksikan kaum muslimin lebih mudah mengeluarkan hartanya di bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya, kita juga menyaksikan orang-orang berlomba menamatkan bacaan qur’annya di bulan Ramadhan dan jarang sekali kita lihat di bulan lainnya. Bahkan stasiun-stasiun televisi berebut pemirsa dengan menyuguhkan acara-acara hikmah ramadhan yang tentu saja muatannya sangat berbeda dengan acara televisi di luar bulan Ramadhan yang jauh dari hikmah dan mengajak orang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memang, Allah menginginkan kita mudah melakukan berbagai aktivitas ibadah dan kebaikan di bulan Ramadhan..


”Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS 2:185)

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu katanya: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Muslim 1793)

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Di tengah kesedihan kita dengan berlalunya Ramadhan, seharusnya juga kita memiliki optimisme baru ketika bulan Ramadhan ini berakhir. Selepas Ramadhan ini, kita seharusnya menyaksikan lahirnya para pejuang yang merupakan buah dari aktivitas-aktivitas dalam bulan Ramadhan. Sangat wajar mengharapkan lahirnya pejuang dari Ramadhan, karena keseluruhan aktivitas ibadah dalam Ramadhan melatih tumbuhnya mental pejuang bagi para pelaksananya.

Dalam puasa terlihat bukti supremasi ruhani dibanding tuntutan kebutuhan jasad. Orang-orang beriman meninggalkan segala kebutuhan jasadnya demi menggapai ketinggian ruhaninya dalam ibadah puasa. Hal tersebut sejajar dengan karakter seorang pejuang yaitu seorang yang siap berkorban apapun yang ada pada dirinya demi mendapatkan idealisme atau cita-citanya.

Sayyid Qutb secara tajam melihat relevansi antara shiyam dan medan perjuangan. Dalam tafsir Fi Zhilalil Qur-an, ketika memulai pembahasan tentang ayat shiyam, beliau mengatakan bahwa “merupakan hal yang wajar puasa diwajibkan kepada ummat yang juga diwajibkan kepadanya jihad.” Menurut Sayyid Qutb, puasa tempat mengkader/membina para pejuang yang siap turun di medan perjuangan.

Memang jika diperhatikan, momen-momen ibadah yang terkandung dalam ramadhan semuanya membentuk karakter para pejuang, terutama dalam hal meminta pengorbanan manusia untuk mengendalikan kebutuhan jasadnya. Puasa meminta manusia membuat jarak dengan kebutuhan biologisnya baik itu makan, minum ataupun berhubungan antara suami-isteri. Zakat yang juga momennya terjadi dalam ramadhan juga meminta manusia berpisah dengan sebagian harta yang telah diusahakannya, betapapun diperolehnya dengan susah payah dan dengan jalan yang halal. Sedangkan i’tikaf yang disyariatkan dilaksanakan di akhir ramadhan juga meminta manusia berpisah dari segala rutinitas hidup demi untuk menjalankan berbagai ibadah yang hanya melibatkan dirinya dan Allah SWT (ibadah makhdhah).

Mari kita periksa diri kita masing-masing, apakah karakter pejuang sudah tumbuh setelah kita melewati Ramadhan lalu. Mari kita ukur diri kita masing-masing, dimana kita letakkan hasrat dunia kita jika harus berhadapan dengan kebutuhan akhirat kita. Mana yang lebih kita prioritaskan?

Setelah mengikuti madrasah Ramadhan kita tidak boleh masuk dalam golongan manusia yang hanya berhasrat pada dunia, tamak kepadanya dan terlalu sibuk dengan urusan-urusannya.

Dalam Qur-an kelompok seperti ini sudah diperingatkan Allah SWT

š

“Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat”. (QS 2:200)

Menurut riwayat Ibnu Abbas RA ayat ini diturunkan berkenaan dengan golongan manusia yang hasrat dunianya mendominasi dirinya. Seperti yang dicontohkan oleh sekelompok Arab Badui yang begitu besar hasrat dunianya dan melupakan kebutuhan akhiratnya. Saking besarnya keinginan terhadap dunia, kelompok ini hanya punya satu hasrat yaitu Kenikmatan Duniawi. Hanya dunia yang diingatnya, bahkan ketika menghadap Allah dengan doa. Seluruh daftar doanya hanya untuk kepentingan dunianya tak satupun menyebut urusan akhiratnya. Kepada mereka terkadang Allah memberikan bagian mereka –bila dianggap pemberian- di dunia tetapi tidak mendapat bagian sama sekali di akhirat!

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Para pejuang hasil Ramadhan sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada di hadapan ummat Islam di Indonesia saat ini. Persoalan ummat Islam, tidak cukup hanya dihadapi oleh orang-orang baik saja, tetapi dibutuhkan orang-orang baik yang siap berjuang dan siap mengorbankan tuntutan kebutuhan jasadnya. Orang-orang baik yang banyak namun tidak bisa menularkan kebaikannya kepada orang lain terbukti tidak mampu menyelesaikan persoalan. Ummat membutuhkan para pejuang yang berkualitas bukan hanya barisan panjang orang baik tapi lemah semangat juangnya (silent majority).

Kita menyaksikan berbagai fenomena paradoks di negeri ini....

Mungkin tidak terbayang sebelumnya oleh kita bahwa Indonesia yang merupakan negeri muslim terbesar di dunia dengan penduduk muslim sekitar 216.000.000 jiwa ternyata banyak dari mereka adalah para koruptor yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling korup di dunia...

Di negeri muslim terbesar di dunia ini yang memiliki masjid mencapai 600.000 buah (di luar musholla, langgar, surau dll) ternyata menurut Associated Press merupakan surga pornografi terbesar kedua di dunia setelah Rusia. lebih dari 95 % anak-anak Indonesia pernah mengakses media porno...

Sementara kita masih terus berhitung tentang potensi zakat nasional yang menurut survey PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) sekitar 9,09 Trilyun per tahun dan baru dapat dihimpun oleh semua badan amil zakat sekitar 900 milyar, kita justru melihat bahwa pemasukan dari bisnis hiburan untuk satu provinsi saja yaitu misalnya Di Jawa Barat dari industri karaoke saja, pendapatan daerah yang dihasilkan 3,4 miliar rupiah pertahun.

Indonesia yang merupakan negara dengan jama’ah haji terbesar di dunia yaitu sebanyak 210.000 ribu jamaah ternyata menurut UNDP memiliki jumlah pelacur yang melebihi jumlah jamaah haji setiap tahunnya yaitu sekitar 270.000 PSK dan jumlah pelanggannya sekitar 10 juta orang.

Fenomena-fenomena di atas menunjukkan bahwa kuantitas ummat Islam Indonesia tidak memiliki dampak bagi pemberantasan kemaksiatan di negeri tercinta ini. Dan salah satu jawaban penting mengapa hal tersebut terjadi adalah dari sekian banyak umat Islam di Indonesia masih sedikit dari mereka yang merupakan para pejuang yang siap berkorban demi tegaknya nilai-nilai Islam di masyarakat.

Para pendukung kebenaran hanya masyarakat yang pasif sementara kemaksyiatan tampil dengan bungkus yang menarik dan dengan para pendukung yang aktif berkampanye.

Di negeri muslim terbesar di dunia ini kita menyaksikan orang beramai-ramai menolak RUU pornografi dan aktif berkampanye...

Di negeri muslim terbesar di dunia orang tidak malu tampil sebagai pembela-pembela para koruptor..

Di negeri yang dibebaskan dengan darah para syuhada ini orang berpromosi menolak dilaksanakannya syariat Islam..

Para pejuang hasil Ramadhan sangat diharapkan tampil melakukan tugas melarang kemaksiatan. Mulailah melarang, kalau tidak ingin terjangkiti kemaksiatan. Dengan melarang kita juga akan berat melakukan tindakan yang kita larang. Melarang dapat melindungi kita, sekaligus mencegah orang lain terjerumus.

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Bukankah Allah SWT telah memberikan kita gelar sebagai ummat terbaik karena kita mempunyai peran dan tugas khusus yaitu melindungi kehidupan ini dari keburukan dan kerusakan.


Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah...” (QS 3:110)

Menurut Sayyid Qutb pemilihan ummat terbaik bukan karena basa-basi atau pilih kasih, bukan karena kebetulan atau sembarangan. Posisi ini tidak bisa diambil karena pengakuan semata dan tidak akan diserahkan kepadanya kecuali jika ummat ini telah memiliki kelayakan untuk menerimanya. Hanya ummat terbaik yang dapat diberi tugas mulia ”memerintah kebaikan dan melarang kemungkaran”. Dan termasuk dalam tugas tersebut adalah juga berhadapan dengan segala kesulitan yang ada di balik tugas-tugas ini dan segenap duri yang ada di jalannya..

Marilah segera kita melaksanakan tugas-tugas ini, kemungkaran pasti akan lenyap dan kebenaran pasti akan tampil memimpin. Hal tersebut pasti akan terlaksana karena janji Allah tidak pernah meleset. Persoalannya adalah apakah kita termasuk dalam barisan yang menghancurkan kebathilan atau tidak. Kerugian akan menimpa kita jika kita tidak termasuk dalam barisan tersebut.

Keterlibatan kita dalam barisan amar ma’ruf dan nahi munkar tidak akan membawa keuntungan sedikitpun buat Allah SWT, tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan Allah SWT. Begitupun dengan kefasikan yang kita lakukan atau ketidakterlibatan kita dalam barisan tidak akan membuat Allah SWT rugi atau tidak akan membuat berkurangnya kekuasaan Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak membutuhkan kita melainkan kita lah yang membutuhkan keterlibatan dalam perjuangan Islam ini.

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied Rahimakumullah.

Segala ujian dan cobaan ataupun duri yang akan kita hadapi dalam memperjuangkan Islam itu adalah kemestian yang merupakan tadbir rabbani (rekayasa Allah). Syaikh Mustafa Masyhur mengatakan bahwa ujian yang menimpa para pendukung dakwah merupakan sunnatullah yang senantiasa datang silih berganti dan bukan terjadi karena suatu kesalahan.

|

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS 29: 2-3)

Bahkan Syaikh Mustafa Masyhur ketika membahas ayat-ayat yang memuat tentang ujian dalam keimanan mengatakan bahwa ”dapat dikatakan pula bahwa para pendukung dakwah yang tidak berhadapan dengan ujian dan cobaan, perlu merujuk dan memeriksa sikap dan keadaan mereka, karena kemungkinan besar mereka itu telah salah jalan dan melalui jalan yang tidak pernah dilalui oleh para pendukung dakwah”

Hadhirin dan Hadhirat Rahimakumullah

Jika kita fikirkan lebih mendalam dan meminta hati kita menjawab, apakah kita mau mengorbankan waktu-waktu kita yang sedikit di dunia ini untuk mendapatkan balasan yang selama-lamanya di akhirat? Apakah kita mau mengorbankan harta kita demi mendapatkan balasan harta yang berlipat ganda di dunia dan akhirat? Bahkan untuk pertanyaan, apakah kita mau mengorbankan nyawa kita untuk kehidupan yang kekal di akhirat? Tentu semua pertanyaan tersebut kita akan menjawab dengan tegas; MAMPU.

Para sahabat Rasulullah saw, salafus shalih, para pejuang terdahulu telah mencontohkan kepada kita karakter pejuang yang ada pada diri-diri mereka yang telah membuat mereka berkarya, memberi kontribusi besar bagi perjuangan Islam. Saksikanlah ketika Abdullah dan Rawahah mengambil panji Islam dalam Perang Mu’tah setelah syahidnya dua panglima terdahulu (Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abu Tholib), beliau bersenandung untuk memotivasi dirinya sambil memasuki peperangan yang menyebabkan kesyahidannya..

أَقْسَمْتُ يَانَفْـسُ لَتَنْـزِلَنَّـهْ لَتَنْـزِلَنَّ أَوْ لَتُكْــرَهِنَّـه ْ

إِنْ أَجْلَبَ النَّاسُ وَشَدُّوْا الرَّنَّةْ مَالِيْ أَرَاكِ تَكْرَهِيْنَ الْجَنَّـةَ

قَدْ طَالَ مَا قَدْ كُنْتِ مُطْمَئِنَّةْ هَلْ أَنْتِ إِلاَّ نُطْفَةٌ فِيْ شَنَّـةْ

يَا نَفْـسُ إِلاَّ تُقْتَـلِيْ تَمُوْتِي هَذَا حِمَامَ الْمَوْتِ قَدْ صَلَيْتِ

وَمَا تَمَنَّيْـتِ فَقَدْ أُعْطِيْـتِ إِنْ تَفْعَلِيْ فِعْلَهُمَا هُدِيْـت ِ

Aku bersumpah; wahai jiwa, terjunlah berlaga;

Terjunlah atau haruskah engkau dipaksa;

Manusia telah berkumpul, dan berteriak;

Namun, mengapa kulihat engkau membenci surga?

Sudah terlalu lama engkau nyaman di sini;

Padahal, asalmu hanyalah dari setetes mani..

Wahai jiwaku, jika engkau tidak terbunuh, engkau kan tetap binasa;

Inilah kematian sejati yang telah kaunanti,

Tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini,

Jika engkau mengikuti jejak langkah dua orang (Zaid bin Haritsah dan Ja’far),

engkau akan dapatkan petunjuk..

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan iman dan semangat untuk menjalankan hukum-hukum Allah SWT. Serta mengelompokkan kita dalam golongan pejuang-pejuang Islam. Selamat bertugas para pejuang hasil madrasah Ramadhan..

$‘

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)".


"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا دُعَائَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا، اَللَّهُمَّ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



[*] Disampaikan dalam Khutbah Iedul Fithri 1429 H di Lapangan Sepak Bola PSPT Tebet Timur

0 Komentar:

Poskan Komentar

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda